7.7 IC SYNCHRONOUS COUNTERS
Memahami prinsip kerja pencacah sinkron 4-bit, khususnya keluarga IC seri 74ALS160-163 dan 74HC160-163
. Menganalisis perbedaan karakteristik keluaran antara pencacah MOD-10 (dekade) dan pencacah biner MOD-16
. Mempelajari fungsi dari berbagai terminal kendali pada IC pencacah, seperti operasi synchronous/asynchronous clear, parallel loading, dan kendali count enable (ENT dan ENP)
. - Mengoperasikan dan mengamati kerja IC pencacah up/down sinkron (contoh: 74HC190 / 74HC191)
. Merangkai beberapa IC pencacah secara bertingkat (cascading) untuk memperbesar batas atau modulus perhitungan
.
- Gerbang AND
- Gerbang OR
- Gerbang XOR
Full Adder adalah rangkaian kombinasional
digital yang berfungsi menjumlahkan dua bit biner (A dan B) beserta satu bit
simpanan dari perhitungan sebelumnya (Carry-In atau Cin). Berbeda
dengan Half Adder yang hanya memiliki dua input, adanya input
Cin memungkinkan Full Adder digunakan untuk penjumlahan
bilangan biner multi-bit secara berurutan.
Secara logika, operasi Full Adder menghasilkan
dua keluaran utama: 1. Sum (S): Merupakan nilai hasil penjumlahan. Secara logika
dibentuk menggunakan gerbang XOR dengan persamaan Boolean:
Secara logika, operasi Full Adder menghasilkan dua keluaran utama:
2. Carry-Out (Cout): Merupakan nilai simpanan
yang akan diteruskan ke tingkat berikutnya. Dibentuk menggunakan kombinasi
gerbang AND dan OR dengan persamaan:
Dalam implementasinya, sebuah Full Adder 1-bit
dapat direalisasikan dengan merangkai gerbang logika dasar secara manual (XOR,
AND, dan OR), yang pada dasarnya merupakan gabungan dari dua buah
rangkaian Half Adder dan satu gerbang penyatu (OR) untuk
jalur carry.
Prinsip kerja pencacah sinkron pada IC keluarga ini didasarkan pada pemicuan seluruh flip-flop di dalam IC secara serentak (paralel) pada setiap transisi positif (Positive-Going Transition / PGT) dari sinyal clock. Operasi IC ditentukan oleh tingkat prioritas pada pin-pin kendalinya:
Prioritas 1 (Clear): Jika pin Clear (CLR) berlogika LOW, maka output akan di-reset menjadi 0000. Pada tipe 160 dan 161 (Asynchronous Clear), reset terjadi seketika terlepas dari sinyal clock. Pada tipe 162 dan 163 (Synchronous Clear), reset baru terjadi saat tepi naik (PGT) clock berikutnya.
Prioritas 2 (Load): Jika CLR tidak aktif (HIGH) dan pin LOAD diberi logika LOW, maka data yang ada di pin input paralel (A, B, C, D) akan dimasukkan ke output (QA, QB, QC, QD) tepat saat PGT clock berikutnya.
Prioritas 3 (Count Enable): Jika CLR dan LOAD tidak aktif (keduanya HIGH), maka IC akan melakukan operasi pencacahan (menghitung naik) pada setiap PGT clock hanya jika kedua pin enable, yaitu ENT dan ENP, berlogika HIGH. Jika salah satu atau keduanya LOW, status pencacah akan ditahan (hold) pada nilai terakhirnya.
Sinyal Deteksi Batas (RCO): Pin Ripple Carry Output (RCO) akan mengeluarkan logika HIGH ketika hitungan mencapai nilai maksimum (1001 untuk IC MOD-10, atau 1111 untuk IC MOD-16) dengan syarat pin ENT juga dalam keadaan HIGH.
Sebuah rangkaian pencacah sinkron dibangun menggunakan IC 74ALS163 (MOD-16). Rangkaian telah diberikan sinyal clock yang valid secara terus-menerus. Namun, ketika diamati melalui logic probe, output QA, QB, QC, QD diam pada status 0000 dan tidak mau menghitung maju.
Seorang praktikan merangkai dua buah IC 74HC160 (pencacah dekade MOD-10) secara bertingkat (cascading) untuk membentuk penghitung 0 hingga 99. IC pertama berfungsi baik menghitung 0-9. Praktikan menyambungkan output Q_D dari IC pertama ke clock IC kedua. Namun, sering terjadi "glitch" (hitungan tidak stabil) dan penundaan respons pada IC tahap kedua. tidak mau menghitung maju.


Komentar
Posting Komentar