LA MODUL 2 EC




JURNAL PRAKTIKUM

TRANSISTOR

Nama                         : Niegel Faiz Ramadhan

NIM                            : 2410951004                                             

Tanggal Praktikum     : 23 September 2025

Asisten Praktikum      : - Dzaki Asyrof

                        - Putri Aisyah John

Kelompok                   : 8                             

1. Jurnal [Kembali]

1.    Fixed Bias

Tabel 4.1 Percobaan fixed bias

Parameter

Nilai Pengukuran

Vrb

 11,25 v

Vrc

 11,81v

Vb

 0,7v

Vc

110mv 

Vbe

 0.702v

Vce

104.8mv 

Ib

 0,3mA

Ic

 0,36mA

 

Gelombang Input

Gelombang Output


 



2.    Emitter Stabillized Bias

Tabel 4.2 Percobaan emitter stabillized bias

Parameter

Nilai Pengukuran

Vrb

 11.73V

Vrc

 12.26V

Vre

 5.2mV

Vb

 0.64V

Vc

 34.8mV

Ve

 5.1mV

Vbe

 0.62V

Vce

 29.8mV

Ib

 0.4mA

Ic

 0.36mA

 

Gelombang Input

Gelombang Output


 



3.    Self Bias

Tabel 4.3 Percobaan self bias

Parameter

Nilai Pengukuran

Vrc

 0,388 V

Vrb

 0,809 V

Vre

 11,27 V

Vb

 11,92 V

Vc

 11,28 V

Ve

 11,27 V

Vbe

 0,6 V

Vce

 0,35 V

Ib

 1,12mA

Ic

 1,32mA

Gelombang Input

Gelombang Output


 




4.    Voltage Divider Bias

 

Tabel 4.4 Percobaan voltage divider bias

Parameter

Nilai Pengukuran

VR1 & VR2

 1 V

Vrc

 1 V

Vre

 11,20 V

Vb

 11,81 V

Vc

11,10 V

Ve

 11,17 V

Vbe

 0,63 V

Vce

 3.9mV

Ib

 0,1 mA

Ic

 1mA

 

Gelombang Input

Gelombang Output


 



5.    Power IC dengan Regulator 

Ic

Vin

Kapasitor

Resistor

Vout

7805

 7 V

 0,1uF (Ca) 
1uF (Cb)

 33 ohm

 6.78 V

7809

 11 V

 0,1uF (Ca) 

1uF (Cb)

 33 ohm

 10.76 V

7812

 12,36 V

 0,1uF (Ca) 

1uF (Cb)

 33 ohm

 12.11 V

 




2. Prinsip Kerja [Kembali]

Transistor bekerja dengan prinsip bahwa arus kecil yang masuk ke kaki basis (IB) dapat mengendalikan arus yang jauh lebih besar pada kolektor (IC). Dengan kata lain, transistor berfungsi sebagai penguat maupun saklar. Supaya transistor dapat bekerja secara stabil, diperlukan pengaturan titik kerja atau Q-point (Quiescent Point), yaitu kondisi arus dan tegangan DC saat transistor tidak menerima sinyal masukan. Cara pengaturan titik kerja ini berbeda pada tiap jenis bias.

1. Fixed Bias

    Pada metode fixed bias, titik kerja transistor ditentukan oleh sebuah resistor basis (RB) yang langsung terhubung ke sumber tegangan (VCC). Resistor ini menjaga arus basis (IB) tetap pada nilai tertentu, sehingga arus kolektor (IC) dan tegangan kolektor-emitor (VCE) pun ikut terkendali. Kekurangan rangkaian ini adalah Q-point mudah bergeser jika terjadi perubahan suhu atau variasi parameter transistor.

2. Emitter-Stabilized Bias

    Rangkaian emitter-stabilized bias menggunakan resistor emitter (RE) untuk memberikan efek umpan balik negatif (negative feedback). Ketika suhu naik dan arus kolektor (IC) bertambah, tegangan emitor (VE) juga meningkat sehingga arus basis (IB) berkurang. Hal ini membuat titik kerja lebih stabil dibandingkan fixed bias, karena Q-point tidak terlalu bergantung pada perubahan β transistor.

3. Self Bias

    Pada self bias, stabilisasi Q-point dilakukan dengan memanfaatkan tegangan jatuh pada resistor emitter (VRE = IE × RE). Rangkaian ini biasanya dilengkapi dengan resistor kolektor (RC) dan resistor basis, sehingga terbentuk sistem umpan balik otomatis yang menjaga kestabilan kerja transistor meskipun β transistor atau suhu berubah. Prinsipnya sama dengan emitter-stabilized, hanya saja penyusunan resistor lebih kompleks sehingga kestabilannya lebih baik.

4. Voltage Divider Bias

    Jenis bias yang paling sering digunakan adalah voltage divider bias. Pada rangkaian ini, dua resistor (R1 dan R2) disusun seri membentuk pembagi tegangan yang menghasilkan tegangan basis (VB) yang relatif konstan. Karena arus pada pembagi tegangan jauh lebih besar daripada arus basis (IB), maka tegangan basis hampir sepenuhnya ditentukan oleh rasio R1 dan R2, serta tegangan suplai (VCC). Dengan cara ini, Q-point transistor menjadi lebih stabil dan tidak terlalu dipengaruhi oleh variasi parameter transistor maupun suhu.

5. Power IC dengan Regulator 

    IC regulator bekerja dengan prinsip umpan balik (feedback) untuk menjaga tegangan keluaran tetap stabil meskipun terjadi perubahan pada tegangan input atau beban. Di dalam IC regulator terdapat rangkaian transistor, pembagi tegangan, referensi tegangan, dan penguat kesalahan yang saling terintegrasi. Ketika tegangan output cenderung naik, sistem feedback akan mengurangi konduksi transistor pengendali sehingga output kembali ke nilai yang diinginkan, dan sebaliknya ketika output turun maka konduksi transistor ditingkatkan. Dengan adanya kapasitor pada sisi input maupun output, ripple dan noise dapat ditekan sehingga tegangan menjadi lebih halus. Sedangkan variasi resistor berfungsi menentukan besar tegangan keluaran sesuai perbandingan resistor yang dipasang.

3. Video Percobaan [Kembali]

1Penjelasan Kondisi 2



2. Percobaan Transistor





3. Percobaan IC Regulator







4. Analisa[Kembali]

1. Analisa prinsip kerja dari rangkaian self bias berdasarkan nilai parameter yang didapatkan ketika percobaan.  

Jawab: Rangkaian self bias pada percobaan ini bekerja dengan prinsip umpan balik negatif melalui resistor emitter (RE) untuk menstabilkan titik kerja transistor. Tegangan  terjaga sekitar 0,6 V sehingga transistor tetap aktif. Namun, karena  sangat kecil (0,35 V), transistor cenderung berada dekat kondisi saturasi. Dengan demikian, rangkaian self bias terbukti mampu menjaga kestabilan bias transistor meskipun penguatan arus (β) yang terukur rendah yang disebabkan oleh pemilihan resistor (Rb,Rc,Re) yang kurang sesuai atau tegangan suplai (Vcc) yang terlalu rendah.

 

2. Analisa prinsip kerja dari rangkaian voltage divider bias berdasarkan nilai parameter yang didapatkan ketika percobaan.

Jawab: Rangkaian ini bekerja membentuk tegangan basis yang stabil melalui pembagi tegangan (R1 dan R2), kemudian tegangan ini menentukan arus basis (IB), yang selanjutnya mengontrol arus kolektor (IC) dan tegangan kolektor-emitor (VCE). Pada hasil pengukuran, VB = 11,9 V dan VBE = 1,6 V, maka tegangan emitor VE = 11,9 – 1,6 = 10,3 V. Karena tegangan emitor sangat tinggi mendekati VCC, transistor dipaksa untuk menarik arus kolektor yang besar. Hal ini terbukti dari VCE yang sangat kecil (3,9 mV). Kondisi ini menunjukkan transistor tidak lagi berada pada daerah aktif melainkan daerah jenuh. 


 

3. Analisa pengaruh variasi kapasitor dan resistor terhadap output pada rangkaian Power Supply dengan IC Regulator.

Jawab: Pada rangkaian power supply dengan IC regulator, kapasitor berperan menjaga kestabilan tegangan dan meredam ripple. Kapasitor input yang lebih besar membuat tegangan masuk lebih bersih, sedangkan kapasitor output yang lebih besar menurunkan ripple keluaran dan menjaga kestabilan saat beban berubah. Resistor digunakan pada regulator adjustable sebagai pembagi tegangan, sehingga perubahan nilainya langsung memengaruhi tegangan output, sementara toleransi resistor yang besar dapat menyebabkan deviasi tegangan. Dengan demikian, variasi nilai kapasitor dan resistor sangat menentukan kestabilan, ripple, dan akurasi tegangan keluaran, sehingga pemilihannya harus sesuai rekomendasi datasheet. Contoh pada percobaan disaat tegangan input sebesar 7V pada Ic 7805 menghasilkan output yang stabil sebesar 6,78 V dengan variasi kapasitor Ca = 0.1uF dan Cb = 1uF dan resistor 33 ohm.


5. Download File[Kembali]












Komentar

Postingan populer dari blog ini